Insting Emak-emak


Insting emak-emak yang dibangkitkan dari kubur.


Sudah lama eike gak nulis ya bok…jadi pengen ngetik panjang lebar kali tinggi ya gara-gara ada salah satu teman FB yang menulis mengenai analisis salah satu petinggi mengenai taraf kehidupan rakyat Indonesia.  Jadi kurang lebih bisa dilihat di foto ini ya….

Nah, udah pada bisa baca sendiri kan ya….
Trus eike komentarin dong.” Biar pada melek, semua mahaaaaal”.
Yang mau saya sedikit luruskan ya bok, arti kata mahal. Yuk kita ngobrol sambil ngupi-ngupi cantik. Status eike dapat komentar harum dan sebagian pedas. Yang sama-sama menderita langsung bilang harga bayam seiket 8ribu dan semacamnya.
Nah yang kontra nih. Langsung nyerang eike dong. “Makanya jadi orang kaya, bla bla bla. Setahu gue lo kaya bla bla bla. Gak ngira komen kayak gitu bakal keluar dari mulut Prima bla bla bla.”
Sebentar ya sayang, kita bahas satu per satu. Yang pertama, kalau kalian kira saya kaya, saya aminkan. Karena standard kekayaan seseorang berbeda-beada. Namun memang benar alhamdulillah semua dicukupkan sama Allah yang Maha memiliki harta. Yang kedua, emang kalau orang kaya gak boleh bilang sesuatu itu mahal? Hello…..mahal itu bukan berarti kita tidak mampu membeli barang tersebut ya…mahal juga berarti itu barang gak sesuai dengan nilainya. Contoh ya cin, masak kamu beli cilok di abang-abang harganya 5ribu perbutir? Mampu beli gak kamu? Pasti mampu lah..mau beli gak? Tergantung. Kamu jadi urung beli gara-gara itu cilok gak semestinya segitu. Eh, tapi ini cilok loh ya…yang gak semua orang makan tiap harinya. Nah kalau butiran jernih yang manis setiap hari dipiring kita semua? Apa kabre? Oooops, ulala beibeh….gitu loh cyin….
Yang ketiga. “Mahal” itu jangan pakai takaran pribadi cin…kita realistis aja hidup bernegara di tanah pertiwi kita. Kalau mikirin diri sendiri mah bodo amat. Gue masih mampu makan dan masih mampu memberi makan orang disekitar. Tapi kalo senegara? Ya Allah, mampukan saya….belum sanggup saat ini…bukan mau sok jadi pahlawan bukan. Saya juga belum mampu mengajak-ngajak orang. Yang bisa saya lakukan sekarang adalah ketika:
Cabe mahal: Gak makan cabe
Beras mahal: gak makan beras
Bawang putih mahal: gak makan bawang
Nah kalau semua mahal? Gak makan apa-apa. Lol…..
Ngapain kok begitu? Ya satu aksi terlihat kecil. Namun dampaknya permintaan pasar turun. Ujung-ujungnya harga jadi normal.
Tidak menyalahkan pemerintah saja, namun benar pemerintah bisa mengendalikan ini semua. Benar harga tidak naik menjalang hari raya, namun justru setelahnya. Intinya apa?harga naik.
Gak mau banget lihat hanya para spekulan yang kipas-kipas angkat kaki diatas meja keademan gara-gara situasi seperti ini. Maunya kenyang bersama, adem bersama.
“eh lihat dong, kan memang  ekonomi  global sedang tidak baik. kita kena dampaknya. Kwak, benar banget......
tapi perlu dingat ya, Tidak ada yang tidak tumbuh dinegeri kita. Lempar aja biji kwaci, lo diemin semalem juga numbuh. Benar disana sedang tidak baik. Makanya yang didalem yang diperdayakan. Tanam dan produksi apa yang bisa kita produksi. Kalau bisa ekspor, bukan menerus impor. memang bukan sebulan dua bulan nih kerja beginian. Makanya diperlukan orang hebat yang bisa mendukung  dan mengeksekusi program ini. Gak melulu bicara masalah presiden kok. angkatlah itu pemuda-pemuda desa yang memiliki semangat juan 45. Perdayakan demi kesejahteraan bersama. 
Duh cin jadi panjang lebar. Cicitan emak dari kubur harus sudah diakhiri nih. Mau berdoa dulu semoga negeri yang hijau ini bisa di eksploitasi secara bijak. Thank yu yah…Gud bye….

Comments

Popular Posts