Bukan Kebetulan



Bukan kebetulan aku dan suami tidak jadi melancong ke luar negeri.
Bukan kebetulan undangan pernikahan yg akan kami hadiri tertinggal di kantor suami.
Bukan kebetulan  itinerary cadangan yg kami peruntukkan liburan weekend ini belum siap
 Semuanya bukanlah suatu kebetulan. Semua sudah diatur Allah.

Hanya saja aku yg gak peka..

Semalam telp itu berdering. Ku lihat nama dilayar adalah “Jaya little brother”


Dalam hati langsung berkata” semoga bapak sehat”
Benar saja”WA ini datang dari dia:
 " innalillahiwainnailaihirrojiun, bapak meninggal mbak.."


Bukan tidak kaget atau bagaimana, tapi memang sudah mengikhlaskan bapak sedari beberapa waktu lalu. Jalan Allah yg terbaik. Seminggu sebelum idul Adha bapak sudah tidak mengkonsumsi makanan selain susu untuk diabetes. Bukan beliau tidak mau, hanya memang ternyata Allah mempersiapkan pencernaan bapak untuk menjadi bersih. Allah Maha Indah, Allah Maha mengatur.
  
Malam tadi langsung kami berburu tiket. Dapat penerbangan paling awal yaitu 5.30 by Batik Air. 
Tidur malam tadi serasa malam terpanjang yg pernah aku lalui. Jam 1 bangun, jam 2 bangun dan jam berikutnya bangun. Akhirnya kami  menuju bandara jam 4pagi. Dibandara kami sengaja janjian bertemu om da tante, adek dari ibu. Kamipun terbang dan menuju rumah duka bersama. 

Terik matahari hari ini beda, berbayang dan syahdu. Entah dari cara mataku melihat atau memang seperti itu keadaanya.

Sekitar jam 8 kami sampai di rumah duka. Tak pernah kubayangkan kulihat badan bapak terbujur di ruang tamu dan banyak saudara maupun tetangga yg mendoakan lewat lantunan ayat-ayat suci alqur’an. 

Sedih ketika  belum  sempat berterimakasih kepada beliau. Terimakasih sudah mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Terimakasih untuk selalu mengajarkan berdzikir. Terimakasih sudah mengajarkan menjadi pribadi kritis. Terimakasih sudah mengajarkan berdemokrasi. Terimakasih sudah mengajarkanku menjadi pribadi yg senantiasa tanpa buruk sangka.

Namun maafkan anakmu ini, semua yg bapak ajarkan belum 100% terinternalisasi dan terpatri. Aku sedang belajar…belajar untuk memenuhi harapanmu. 
Sedihku cukup dalam hatiku. Bahagiaku akan selalu terpancar dalam senyumku. Terimakasih bapakku. Terimakasih keluarga besarku dan terimakasih tetanggaku yg sudah menghormati upacara pemakaman bapakku.

Semoga maghfiroh Allah yg bapak dapat setelah bersabar dalam menjalani hidup diatas ranjang selama 1,5tahun. Semoga hari Jumat yang berkah memang hari terbaik diambilnya bapak ke sisi Allah. Semoga khusnul khotimah, khusnul khotimah, khusnul khotimah. Amin, Alfatihah…




Semarang, 23 September 2017
Anak perempuanmu,


Dian Mukti Primasari

Comments

Popular Posts